Salip OpenAI, Anthropic Resmi Daftar IPO untuk Melantai di Bursa Saham



Lanskap industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bersiap menghadapi salah satu momen paling bersejarah di pasar saham. Anthropic, startup AI pencipta chatbot ternama Claude, secara resmi telah mengajukan pendaftaran penawaran umum perdana saham (IPO) secara rahasia (confidential filing) kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).

Langkah agresif ini diambil Anthropic hanya berselang beberapa hari setelah perusahaan menutup putaran pendanaan Seri H raksasa senilai USD 65 miliar (sekitar Rp1.056 triliun). Suntikan dana masif tersebut mendongkrak valuasi private Anthropic hingga menyentuh angka USD 965 miliar (hampir Rp15.700 triliun) — menempatkannya selangkah lagi untuk menjadi perusahaan AI murni publik pertama yang bernilai USD 1 triliun.

Strategi 'Confidential Filing' dan Target Melantai

Dalam keterangan resminya, Anthropic mengonfirmasi telah menyerahkan draf dokumen pendaftaran Formulir S-1 ke SEC. Dengan memilih jalur confidential filing, Anthropic dapat memulai tinjauan regulasi secara tertutup tanpa harus langsung membeberkan laporan keuangan sensitifnya kepada publik maupun kompetitor.

Meskipun jumlah saham yang akan ditawarkan dan kisaran harganya belum ditentukan, para analis Wall Street memproyeksikan bahwa emiten teknologi ini bisa resmi melantai di bursa saham AS paling cepat pada Oktober 2026. Guna memuluskan langkah ini, Anthropic dikabarkan telah menggandeng firma hukum legendaris Wilson Sonsini — firma hukum yang sama yang sukses mengawal IPO Google pada tahun 2004 silam.

Pertumbuhan Pendapatan yang Spektakuler

Kepercayaan diri Anthropic untuk melangkah ke pasar publik didorong oleh pertumbuhan bisnis yang luar biasa sepanjang tahun ini. Berdasarkan data internal yang beredar, pendapatan tahunan yang disetahunkan (annualized run-rate revenue) Anthropic melonjak tajam dari USD 9 miliar pada akhir tahun 2025 menjadi USD 47 miliar (sekitar Rp766 triliun) per akhir Mei 2026.

Lompatan performa keuangan ini terutama ditopang oleh masifnya adopsi sektor korporasi (enterprise) terhadap model bahasa besar mereka, Claude, serta kesuksesan peluncuran ekosistem developer "Claude Code". Di sisi operasional, Anthropic juga baru saja meluncurkan model terkuatnya, Claude Opus 4.8, yang memiliki kemampuan pemrogaman agen otomatis (agentic coding) untuk kebutuhan profesional berskala besar.

Mengungguli OpenAI dalam Perlombaan ke Bursa

Langkah cepat Anthropic ini sekaligus memanaskan tensi persaingannya dengan sang rival utama, OpenAI (pencipta ChatGPT). Meski OpenAI sempat dikabarkan tengah menyiapkan dokumen S-1 rahasianya sendiri, Anthropic diprediksi akan menjadi yang pertama mencapai garis finis di lantai bursa.

Secara metrik keuangan, Anthropic dinilai memiliki profil yang cukup menarik bagi investor publik dibandingkan kompetitornya. Anthropic menghasilkan sekitar USD 0,23 pendapatan berulang (recurring revenue) untuk setiap dolar yang mereka galang — rasio yang hampir dua kali lipat lebih efisien dibanding OpenAI. Selain itu, Anthropic memproyeksikan perusahaannya sudah bisa mencapai arus kas positif (positive cash flow) pada periode 2027–2028, lebih cepat dari proyeksi OpenAI di tahun 2030.

Menjawab Tantangan Biaya Infrastruktur

Meski mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang luar biasa, pasar publik dipastikan akan mencermati metrik efisiensi dan unit ekonomi Anthropic. Mengembangkan AI generatif tingkat lanjut membutuhkan modal yang luar biasa besar. Biaya pelatihan model (training) dan komputasi (inference) Anthropic diperkirakan menembus USD 19 pipis miliar (sekitar Rp310 triliun) sepanjang tahun 2026.

Untuk menopang kebutuhan infrastruktur tersebut, Anthropic sebelumnya telah mengamankan kesepakatan komputasi multi-gigawatt dengan raksasa teknologi Amazon dan Google, serta pasokan kapasitas unit pemroses grafis (GPU) melalui kemitraan strategis. Melalui IPO ini, Anthropic akan mendapatkan akses ke modal permanen di pasar ekuitas publik, yang akan menjadi senjata utama mereka untuk mendanai infrastruktur data center, cip, dan komputasi awan (cloud) jangka panjang tanpa harus terus-menerus bergantung pada pendanaan ventura private.

Bagi para pengamat teknologi, IPO Anthropic ini menandai babak baru industri AI: transisi dari fase eksperimen laboratorium yang didanai modal ventura, menuju fase industri matang yang dituntut menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan di bawah pengawasan ketat investor Wall Street.

+

Pilih Karakter & Nama

🇮🇩 Indonesia
🇺🇸 English
🇲🇾 Melayu
🇨🇳 Chinese
🇯🇵 Japanese
🇸🇦 Arabic
🇰🇷 Korea