Meta Gandeng Broadcom Buat Chip AI 2nm untuk Personal Superintelligence

Visualisasi chip AI kustom Meta MTIA hasil kolaborasi dengan Broadcom


Raksasa teknologi Meta secara resmi mengumumkan perluasan kemitraan strategis dengan Broadcom untuk mengembangkan beberapa generasi prosesor AI kustom generasi terbaru. Langkah ambisius ini diambil guna memperkuat infrastruktur komputasi Meta dalam menghadirkan pengalaman kecerdasan buatan (AI) secara real-time kepada miliaran penggunanya di seluruh dunia.

​Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan akan fokus pada pengembangan chip MTIA (Meta Training and Inference Accelerator) generasi terbaru. Chip ini dirancang khusus untuk menangani beban kerja berat seperti sistem rekomendasi, peringkat konten, hingga model AI generatif yang menjadi inti dari platform Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Threads.

Fokus pada Efisiensi dan Skala Masif

​Dalam kesepakatan tersebut, Broadcom akan membantu Meta mulai dari desain chip, pengemasan tingkat lanjut (advanced packaging), hingga teknologi jaringan (networking). Kemitraan ini akan memanfaatkan platform XPU Broadcom, yang memungkinkan optimasi infrastruktur AI Meta di berbagai generasi silikon mendatang.

Beberapa poin penting dalam pengumuman ini meliputi 

Target Kapasitas Komputasi : Fase awal kerja sama ini mencakup komitmen kapasitas komputasi sebesar 1 Gigawatt (GW), yang merupakan bagian dari rencana peluncuran multi-gigawatt secara berkelanjutan.

Teknologi 2nm : Broadcom menyatakan bahwa MTIA generasi mendatang akan menjadi akselerator AI pertama di industri yang menggunakan teknologi 2 nanometer (2nm).

Kemandirian Infrastruktur : Dengan mengembangkan chip kustom sendiri, Meta berupaya mengurangi ketergantungan pada vendor GPU pihak ketiga sekaligus meningkatkan efisiensi biaya dan performa.

Perubahan Struktur Kepemimpinan

Seiring dengan semakin dalamnya hubungan bisnis kedua perusahaan, CEO Broadcom, Hock Tan, memutuskan untuk mengundurkan diri dari jajaran Dewan Direksi Meta. Namun, ia tidak benar-benar pergi; Tan akan beralih peran menjadi penasihat khusus bagi Meta untuk memberikan arahan strategis terkait peta jalan silikon kustom dan investasi infrastruktur perusahaan.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, menegaskan bahwa kemitraan ini adalah tulang punggung dari ambisi jangka panjang Meta.

"Kami bekerja sama dengan Broadcom di bidang desain chip, pengemasan, dan jaringan untuk membangun fondasi komputasi masif yang kami butuhkan demi menghadirkan personal superintelligence bagi miliaran orang di seluruh dunia," ujar Zuckerberg.

Langkah ini sejalan dengan rencana Meta untuk merilis empat generasi baru chip MTIA dalam dua tahun ke depan, memastikan perusahaan memiliki kendali penuh atas ekosistem perangkat keras yang mendukung layanan masa depan mereka.

Bagi industri teknologi, kesepakatan Meta dan Broadcom ini menandai tren "decoupling" di mana perusahaan teknologi besar (hyperscalers) kini lebih memilih merancang "otak" perangkat keras mereka sendiri. Bagi investor, ini memperkuat posisi Broadcom sebagai pemimpin di pasar chip AI kustom, bersaing ketat di samping dominasi Nvidia.

+

Pilih Karakter & Nama